Mau Wawancara Kerja? Perhatikan Poin Penting ini!

Saat proses wawancara kerja, banyak dari kita yang beranggapan bahwa keterampilan dan pengalaman adalah faktor utama yang jadi penilaian. Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.

Usut punya usut, kepribadian ternyata menempati posisi teratas dari tiga faktor yang dinilai oleh sebagian besar pengusaha saat merekrut karyawan baru. Intinya, faktor kepribadian muncul sebagai pertimbangan utama dalam proses wawancara kerja. Demikian menurut laporan gabungan dari situs karier TopInterview dan platform pencarian kerja Resume-Library.

Fakta yang terungkap menyebutkan, sekitar 70 persen proses pengambilan keputusan dipengaruhi oleh kepribadian. Setelahnya, barulah faktor keterampilan dan pengalaman kerja. Adapun faktor pendidikan hanya mempengaruhi 18 persen keputusan dan 7 persen lainnya adalah faktor penampilan.

Laman CNBC melansir, ada beberapa ciri kepribadian yang paling tidak disuka oleh para pewawancara kerja. Beberapa diantaranya sebut saja arogansi, tidak jujur, selalu merasa benar, tak bisa diandalkan, dan punya pemikiran sempit. Sebaliknya, kepribadian yang paling diinginkan oleh perusahaan adalah bisa dipercaya, autentik, jujur, bisa diandalkan, dan disiplin diri.

See also  Cara Membuat Kartu Keluarga Online itu Mudah, ini Langkahnya!

Temuan itu mencerminkan makin meningkatnya penekanan yang diberikan oleh pengusaha dan karyawan pada lingkungan kerja. “Hari ini, para perekrut kerja bertugas untuk menilai apakah kandidat yang ada cocok dengan budaya perusahaan atau tidak. Utamanya, penentuan ini didasarkan pada bagaimana perilaku calon pekerja selama wawancara,” ujar pakar karier TopInterview Amanda Augustine.

Lebih lanjut, Augustine juga menerangkan, perbedaan tipis antara kepercayaan diri dan arogansi saat wawancara kerja yang notabene kesan pertama adalah segalanya. Menurut dia, kepribadian seseorang pada dasarnya bisa melancarkan atau malah menghancurkan sebuah wawancara.

Mainkan kekuatanmu saat melakukan wawancara

Fakta di lapangan menyebutkan, pasar tenaga kerja di Negeri Paman Sam sana sudah memperketat sejumlah persyaratan bagi para calon karyawan. Dengan begitu, artinya para pengusaha harus lebih kreatif lagi dalam mencari kandidat karyawan yang benar-benar potensial. Ya, begitu kata pendiri sekaligus CEO Resume-Library Lee Biggins.

See also  Keren, 10 Wanita Hebat ini Punya Tips Sukses yang Patut untuk Dicontoh!

Diungkapkan Biggins, para pengusaha punya keterbatasan untuk memilih calon karyawan. Hal ini mendorong mereka untuk berpikir outside the box saat menilai potensi dan pengalaman para kandidat saat wawancara kerja.

Secara garis besar, bagian penting dari ini adalah mempertimbangkan seberapa baik kepribadian seseorang akan cocok dengan tim mereka di perusahaan. Jadi, lanjut Biggins, sangat penting untuk jadi menonjol karena semua alasan yang tepat.

Di sisi lain, Biggins juga menyarankan untuk memainkan bagian terbaik dari kepribadianmu saat melakukan wawancara kerja. Singkat kata, kamu harus melatih diri untuk menekan semua sifat buruk yang berpotensi menggagalkan proses wawancara.

Pada prinsipnya, setiap perusahaan berbeda satu sama lain. Masing- masing dengan prioritasnya sendiri. Akan tetapi, survei menunjukkan bahwa sifat-sifat kepribadian utama merupakan hal yang penting di tempat kerja.

See also  Cara Membuat Email itu Gampang Banget, ini Langkahnya!

“Jadi, jika kamu sedang menuju proses wawancara kerja, cobalah untuk sedikit sadar diri dengan apa yang bakal dihadapi,” tegas Biggins.

Hal yang harus diperhatikan saat cari kerja di masa pandemi

Penasihat keuangan pribadi Ramit Sethi mengungkapkan, kesalahan umum yang sering dilakukan oleh para pencari kerja saat melamar adalah mental yang kurang baik. Lantaran butuh pekerjaan, banyak pelamar yang bersedia ditempatkan di posisi apapun, asalkan bisa bekerja. Padahal, kandidat yang baik tahu betul jika mereka harus memilih posisi yang sesuai kemampuan.

Selain itu, hindari pula mengirim lamaran ke banyak perusahaan di waktu bersamaan. Perlu kamu tahu, kata Sethi, manajer HRD akan sangat mudah untuk mengetahui surat lamaran yang asal kirim atau yang serius. Solusi terbaik, pusatkanlah perhatian pada 1 hingga 10 perusahaan yang relevan dan sesuai kompetensi.