Sukses jadi Miliarder, Jack Ma Rupanya Seorang yang Gaptek alias Gagap Teknologi!

Siapa sih yang nggak kenal Jack Ma, seorang miliarder yang juga pemilik perusahaan Alibaba? Ya, saya rasa sebagian dari kita sudah mengenalnya, karena nama dia sudah sering muncul di berbagai kesempatan!

Bicara Jack Ma, ada fakta menarik yang berhasil terungkap ke permukaan. Usut punya usut, rupanya pria satu ini tidak begitu pandai di bidang teknologi. Padahal, seperti yang kita tahu, Alibaba adalah perusaahan raksasa yang bergerak di bidang teknologi. Kok bisa sih?

Dalam sebuah wawancara dengan salah satu media, miliarder ini mengaku jika kesuksesan yang diraih tak ada hubungannya dengan keterampilan dirinya di bidang teknologi atau bisnis. Ia pun dengan jujur mengaku bahwa dirinya adalah seorang yang gaptek alias gagap teknologi.

“Saya tak tahu apa-apa tentang teknologi, pemasaran, atau bisnis,” ujarnya.

Lalu, apa yang bikin ia mampu membesarkan perusahaan teknologi seperti Alibaba?

Diungkapkannya, ia hanya tahu tentang manusia. Prinsipnya sebagai pendiri hanyalah buat konsumen senang, lalu dapatkan tim yang berkualitas dan buat mereka senang. Dengan menerapkan langkah tersebut, ia akan bahagia.

See also  Punya Pemandangan Eksotis, 5 Negara ini Wajib Kamu Sambangi saat Masa Pensiun!

Sebagai informasi, miliarder ini mulai tertarik membangun perusahaan teknologi setelah dirinya pertama kali menemukan internet pada tahun 1995 dalam perjalanan menuju Amerika Serikat. “Teman saya berkata, ‘Jack, ini internet.’ Saya pun bertanya, ‘Apa itu?’ Dia bilang, ‘Cari apapun yang kamu inginkan.’”

Pada awalnya, pria ini tak mau menyentuh alat tersebut sama sekali, sebab komputer adalah barang yang sangat mahal pada masa itu. Kalau rusak, ia tak bisa menggantinya.

Tapi, ia akhirnya memberanikan diri untuk memegangnya dan mencari kata “Bir”, lalu dilanjutkan dengan kata “China.” Saat itu, dikatakannya, tak ada sama sekali data tentang China.

“Saya pun berkata pada teman itu. Kenapa kita tak membuat sesuatu tentang China? Akhirnya, kami pun sepakat membuat sebuah halaman yang berisi tentang China. Itulah awal mula cerita saya mendirikan Alibaba, e-marketplace untuk informasi,” jelasnya.

Sementara itu, terlepas dari kurangnya keterampilan teknis dan seiring pertumbuhan perusahaan, Jack Ma mengatakan bahwa ia tahu tentang satu hal. “Saya kenal orang. Saya dilatih untuk menjadi guru. Sebagai guru, kamu tentu ingin siswa lebih baik dari kamu. Karena itu, produk terbaik kamu adalah siswa,” tegasnya.

See also  Perhatikan Baik-baik, Warren Buffett Ungkap Kesalahan Orang Tua dalam Mendidik Anaknya!

Keahlian itu membantunya untuk menginspirasi dan mendorong karyawannya untuk maju. Terbukti, hal tersebut telah membawa kesuksesan besar bagi perusahaannya.

“Kamu harus mendengarkan mereka. Kamu harus melakukan semua hal untuk memastikan bahwa kamu bisa memberdayakan dan bekerjasama dengan mereka. Jadi, inilah yang saya lakukan,” tambahnya.

Di sisi lain, Jack Ma juga menemukan fakta bahwa semakin kamu peduli dengan tim, maka tim juga akan peduli dengan kamu dan konsumen. Kata dia, tim adalah inti. Ia pun selalu berbicara dengan tim, jangan membuat ia bahagia, tapi buatlah konsumen bahagia.

Berikut beberapa rahasia sukses Jack Ma yang bisa kamu tiru:

Contents

See also  Cara Membuat Kartu Keluarga Online itu Mudah, ini Langkahnya!

Pelajari kegagalan orang

Miliarder ini menyarankan untuk mempelajari kenapa seseorang bisa gagal. Jangan pernah belajar dari kisah sukses seseorang, sebab kesuksesan hanya terlihat manisnya saja. Dengan mempelajari kegagalan orang, kita bisa menghindari sesuatu yang berpotensi bikin usaha kita gagal. Itu baik untuk kemajuan bisnis.

Dengarkan ‘tetangga’ sebelah

Saat orang di sekitar kamu telah sukses lebih dulu, tak ada salahnya untuk mendengarkan rahasia mereka. Coba terapkan tips yang mereka berikan pada usaha kamu. Mungkin hal itu bisa membawa kamu pada kesuksesan.

Terapkan filosofi “Perbaiki atap saat matahari bersinar”

Pengertian sederhananya seperti ini: Jack Ma berani mengubah arah perusahaannya saat kinerjanya sedang dalam kondisi baik. Tapi, saat perusahaan sedang mengalami masalah, ia menyarankan untuk berhati-hati dalam membuat keputusan.

Kalau kamu tahu badai akan datang, tapi kamu tidak naik ke atas untuk membetulkan atap, maka rumah kamu bakal hancur. Begitu kira-kira makna filosofinya.