Wah, Sifat Individualis bisa Bikin Orang jadi Sukses! Kok bisa Sih?

Saat membaca judul di atas, kamu mungkin bertanya-tanya dalam hati: Kok bisa sih orang yang punya sifat individualis bisa jadi orang sukses?

Nah, untuk tahu penjelasan lengkapnya, simak ulasan berikut ini hingga tuntas!

Selama ini, sifat individualis sering dicap negatif oleh sebagian besar orang. Orang yang punya sifat tersebut cenderung mementingkan dirinya sendiri, tidak punya interaksi sosial yang luas, bahkan sering menganggap bahwa apa saja yang dilakukan adalah yang paling benar.

Kendati begitu, tahukah kamu jika sifat seperti itu rupanya punya dampak yang positif bagi kehidupan, bahkan bisa mengantarkan seseorang pada kesuksesan?

Meski terbilang janggal dan sulit dimengerti, tapi itulah fakta yang mengemuka!

Seorang ahli psikologi kewirausahaan bernama Rafael Badziag mengaku telah menghabiskan waktu 5 tahun untuk melakukan wawancara dengan 20 pengusaha hebat di berbagai penjuru dunia. Setelah diteliti, Badziag menemukan bahwa sifat individualis yang mereka punya tak cuma bisa membawa kesuksesan, tapi juga bisa mendatangkan kerugian.

See also  Perhatikan Baik-baik, Ciri Orang Sukses Tak Pernah Bawa Ponsel Waktu Rapat!

Dalam bukunya yang berjudul “The Billion Dollar Secret: 20 Principles of Billionaire Wealth and Success”, Badziag mengatakan bahwa para miliarder non-konformis. Mereka menunjukkan sifat individualis sejak usia dini saat mereka sering melanggar peraturan.

“Selama bertahun-tahun, mereka belajar untuk mempercayai insting sendiri dan sering melawan arus, bahkan ketika semua orang sekitarnya berpikir mereka tak waras dan menyarankan untuk tak mengambil risiko,” ujar Badziag.

Individualisme dan kerjasama

Badziag juga menjelaskan, mengetahui kapan harus melakukan lompatan atau kapan harus berlari ke arah berlawanan kerap dimaknai dengan kebangkrutan atau keuntungan. Berpikir independen dan bergantung pada penilaian sendiri membuat para orang kaya ini merasa bisa sukses. Namun, di sisi lain, sifat individualis tersebut juga tak semestinya mengorbankan kerjasama.

See also  Simak Hingga Tuntas, ini Nasihat Jeff Bezos Buat Kalian yang Mau Mulai Bisnis!

Terkait hal itu, pendiri perusahaan game nomor wahid di Korea Selatan bernama Brian Kim Beom-Su menegaskan kepada Badziag bahwa kesalahan terbesarnya dalam berkarier adalah melewatkan kesempatan untuk bermitra dengan lawan bisnis. “Perusahaan saya selalu berjuang untuk tetap berada di puncak. Namun, saya harus mengaku bahwa perusahaan mungkin telah melakukan yang terbaik apabila saat itu telah terbuka untuk kolaborasi,” tambahnya.

Sementara itu, Dr. Greg Reid yang juga melakukan wawancara dengan 100 orang kaya di berbagai negara menemukan fakta menarik yang tak kalah penting. Kata dia, konsep bermitra dengan lawan bisnis rupanya sering dipakai oleh orang-orang kaya agar posisi mereka tetap berada di puncak dan bisa mempertahankan kekayaannya.

“Bermitra dengan kompetitor mampu meningkatkan industri kamu,” pungkas Reid seperti dilansir Business Insider.

Di sisi lain, Badziag juga memberikan saran agar para orang kaya jangan pernah enggan untuk mencari bantuan atau saran apabila memang memerlukan sesuatu. Kalau hal itu tidak dilakukan, kata dia, maka akibat yang bisa timbul adalah kewalahan akan pekerjaan yang menumpuk.

See also  Berapa Sih Biaya Tambal Gigi di Indonesia? Cek Harganya di Sini!

Bagaimana menurut kamu, apakah sifat individualis lebih banyak manfaatnya atau malah sebaliknya?

Rahasia sukses di usia muda

Meraih sukses dan menjadi kaya di usia muda adalah impian semua orang. Meski begitu, tak semua orang bisa mencapai titik tersebut karena berbagai sebab, mungkin karena karier yang kurang cemerlang atau karena utang yang menumpuk.

Lantas, adakah cara yang bisa dilakukan agar bisa sukses di usia muda? Tentu saja, ada!

Caranya, kamu harus bisa menguasi arus kas, menghasilkan uang lebih banyak, menginvestasikan diri kamu, hindari utang sebisa mungkin, dan yang terakhir harus berani mengambil resiko untuk bereksplorasi.