Yuk, Kenalan dengan Melanie Perkins Sang Miliarder Muda dari Australia!

Sosok Melanie Perkins pernah merajai pemberitaan di berbagai media. Bagaimana tidak? Wanita kelahiran Perth tersebut diberitakan jadi miliarder termuda di negara itu.

Perkins, yang usianya masih kepala tiga, merupakan seorang CEO sekaligus Co-founder dari sebuah platform desain grafis online bernama Canva. Kabarnya, kekayaan dia meningkat signifikan selama masa pandemi ini. Ya, mungkin karena banyak orang yang mulai bekerja dari rumah dan pengguna layanan tersebut melonjak tajam.

Sebagai informasi, Canva adalah sebuah aplikasi tak berbayar yang bisa digunakan semua orang untuk membuat grafik dengan sangat gampang. Untuk pemula, aplikasi ini sangat membantu karena nggak butuh keahlian apapun dalam penggunaannya.

Melanie Perkins membuat aplikasi ini pada tahun 2014 lalu. Ia menggagasnya bareng sang tunangan yang bernama Cliff Obrecht. Sekarang, keduanya telah menikah dan dianggap sebagai salah satu pasangan yang sangat kuat dalam bidang teknologi.

See also  Nggak Perlu Gelar Sarjana, ini Sederet Pekerjaan Paling Diminati di Seluruh Dunia!

Menurut kabar yang beredar, kekayaan Perkins diprediksi mencapai 1,3 miliar dolar AS, sehingga membuatnya jadi wanita terkaya di Australia peringkat ketiga. Sekedar info, orang terkaya di Australia adalah bos tambang Gina Rinehart yang punya kekayaan bersih mencapai 16,5 miliar dolar AS. Sedangkan posisi kedua diisi oleh Vicky Teoh dari TPG Telecom.

Selain jadi orang terkaya di Australia, Melanie Perkins juga pernah didaulat menjadi salah satu orang paling keren di industri teknologi. Gelar itu ia dapat pada tahun 2016 lalu. Tak hanya itu, ia juga pernah mendapat perhatian dari aktor Hollywood Woody Harrelson dan Owen Wilson saat Canva baru saja berdiri.

Seiring berjalannya waktu, Canva berhasil mendapat dukungan dari perusahaan modal ventura Mary Meeker pada tahun 2020 lalu. Akibatnya, valuasi Canva berhasil naik dua kali lipat. Tak berhenti sampai di situ, Canva juga mendapat suntikan dana dari Australia Blackbird dan Sequioa China dengan angka yang fantastis, yaitu 60 juta dolar AS.

See also  Tips Meningkatkan Produktivitas Selama WHF, Benar-benar Ampuh!

Fakta lainnya juga tak kalah mengejutkan. Selama pandemi covid-19, pengguna bulanan Canva diklaim meningkat 15 juta orang dan 50.000 sekolah. Dengan diterapkannya pembelajaran jarak jauh, para guru bisa memanfaatkan Canva untuk urusan visual dan juga grafik.

Jika dilihat secara universal, bisnis di dunia digital memang tengah naik daun. Beda dengan perusahaan konvensional yang masih belum merambah ke dunia digital. Banyak perusahaan-perusahaan konvensional yang justru mengalami kemunduran.

Selain Canva, kita tentu bisa melihat Zoom yang juga merajai industri digital. Sementara itu, Amazon dan Facebook masih berada di pucuk posisi.

Melanie Perkins mengaku optimis dengan bisnis yang dijalankan ini. Ia mengatakan punya dua rencana yang sederhana. Pertama, ia ingin membangun salah satu perusahaan paling berharga di dunia. Dan yang kedua, ia ingin melakukan yang terbaik yang ia bisa.

See also  Keren, 10 Wanita Hebat ini Punya Tips Sukses yang Patut untuk Dicontoh!

“Saya berharap dengan kesempatan yang diberikan ini, kami dapat menggunakannya untuk membawa kesetaraan yang lebih besar kepada dunia,” ujarnya.

Melanie Perkins sangat percaya dengan keseimbangan antara kehidupan dan pekerjaan. Di Canva, semua karyawan diberikan fasilitas kelas kebugaran dan yoga secara reguler. Canva juga menawarkan musik dan komedi malam untuk para pekerjanya yang berada di luar negeri. Satu hal yang tak kalah penting, Canva juga sudah memberikan bantuan kepada 25.000 organisasi nirlaba di seluruh dunia.

Terkait fenomena itu, sejumlah ahli mengutarakan pendapatnya tentang Canva. Dengan visi yang jelas dan gaya kepemimpinan yang modern, para ahli sepakat bahwa Canva diperkirakan bakal menjadi lebih besar setelah pandemi nanti.