Berapa Sih Biaya Rapid Test di Puskesmas? Simak Jawabannya di Sini!

Seperti yang kita tahu, rapid test adalah salah satu dari sekian metode yang dipakai tenaga medis untuk deteksi virus corona di manusia. Alhasil, cara ini pun jadi sebuah syarat bagi masyarakat yang mau pergi ke luar kota pakai pesawat terbang atau kereta api.

Sekedar informasi, rapid test di Puskemas adalah skrining awal virus melalui sampel darah. Sampel inilah yang akan memberi info perihal ada tidaknya imunoglobulin atau IgM dan IgG di dalam tubuh manusia.

Menurut ahli kesehatan, IgM dan IgG merupakan antibodi yang dihasilkan oleh tubuh ketika seseorang terinfeksi virus corona. Jika hasil rapid test di Puskesmas positif, maka pemeriksaan dilanjutkan dengan PCR. Metode ini digunakan untuk memastikan apakah IgM dan IgG yang dihasilkan memang karena virus corona atau bukan. Sedangkan bila hasilnya negatif, maka bakal dilakukan pengecekan ulang dalam waktu 7-10 hari berikutnya.

READ  Perhatikan Baik-baik, Begini Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan dengan Mudah!

Bagaimana cara kerja rapid test?

Di sini, petugas akan mengambil sampel darah, kemudian meneteskan darah tersebut pada alat uji bersama cairan penanda antibodi. Hasil rapid test di Puskesmas bisa keluar dalam waktu 10-15 menit. Perlu diketahui, garis pada C memberikan indikasi bahwa seseorang negatif, sementara garis pada C dan IgG atau IgM menandakan bahwa seseorang sudah terpapar.

Pertanyaan lainnya, berapa sih biaya yang harus digelontorkan untuk rapid test di Puskemas, Rumah Sakit, atau layanan kesehatan sejenisnya?

Inilah ketentuan rapid test di Puskesmas berdasarkan Surat Edaran yang diterbitkan oleh Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan:

– Batas tarif tertinggi untuk rapid test antibodi adalah Rp 150.000.

– Besaran tarif tersebut berlaku bagi masyarakat yang melakukan pemeriksaan atas permintaan sendiri.

READ  Cara Membuat KTP itu mudah, ini Syarat dan Prosedurnya!

– Pemeriksaan rapid test antibodi dilakukan oleh tenaga kesehatan.

– Fasilitas kesehatan diminta mengikuti batasan tarif tertinggi yang ditetapkan.

Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo mengatakan, pemeriksaan uji spesimen melalui tes usap bagi warga yang punya kontak erat dengan pasien positif seharusnya gratis. Kata dia, pemerintah telah membagikan reagen ke berbagai daerah untuk melakukan pengujian.

“Untuk di Puskesmas seharusnya gratis (tidak dipungut biaya) karena reagen diberikan dari pusat, dari Kemenkes bersama Satgas Covid-19,” ujarnya.

Jika ada pihak yang mengenakan biaya untuk pelaksanaan tracing, maka Doni mengimbau masyarakat untuk segera melapor. Ia mengatakan akan mencari solusinya.

Pandemi masih berlangsung, kuatkan dana darurat!

Pandemi covid-19 berdampak buruk bagi perekonomian, termasuk bagi kondisi keuangan masyarakat secara keseluruhan. Intinya, akibat aktivitas ekonomi yang tidak normal seperti sekarang, perencanaan keuangan seseorang otomatis bakal ikut terganggu. Karena itu, perlu penyesuaian yang tepat dalam hal finansial.

READ  Kata-kata Mutiara BJ Habibie ini Keren Banget, Simak Selengkapnya!

Lalu, apa yang harus dilakukan oleh masyarakat?

Menurut ahli keuangan, masyarakat harus memperkuat dana darurat. Jika biasanya menyisihkan 10-15 persen untuk dana pensiun, maka sudah waktunya untuk mengurangi porsi tersebut. Jika dalam 3-6 bulan terakhir kamu tak punya dana darurat, sebaiknya hentikan sementara kontribusi ke rekening dana pensiun.

Singkat kata, memiliki dana darurat bisa memberikan ketenangan pikiran bagi seseorang. Hal ini sangat dibutuhkan di tengah siklus berita yang sangat menakutkan.

Di sisi lain, disarankan juga untuk mengurangi sejumlah pengeluaran yang tidak begitu penting. Alokasikan hasil penghematan itu ke rekening dana darurat. Ingat, pemotongan ini hanya bersifat sementara. Jadi, kamu bisa melakukannya lagi saat keadaan sudah kembali berjalan normal.

You May Also Like

About the Author: Rizki Antoni