Cara Membuat KTP itu mudah, ini Syarat dan Prosedurnya!

Kartu Tanda Penduduk alias KTP wajib dimiliki oleh setiap Warga Negara Indonesia (WNI) yang sudah menginjak usia 17 tahun. KTP sendiri memuat sejumlah informasi penting terkait data pribadi, mulai dari Nama, Nomor Induk Kependudukan, Alamat, hingga Pekerjaan. KTP diterbitkan langsung oleh pemerintah melalui instansi terkait.

Seperti yang kita tahu, sistem KTP yang berlaku saat ini di Indonesia adalah e-KTP seumur hidup. Itu berarti, setiap orang hanya perlu bikin KTP elektronik sekali saja dalam seumur hidupnya.

Sekedar informasi, proyek e-KTP digagas lantaran terdapat kekurangan pada sistem KTP Konvensional yang telah lebih dulu ada. Salah satunya sebut saja, seseorang dimungkinkan memiliki lebih dari satu KTP sebagai identitas. Yang jadi penyebabnya adalah belum adanya basis data terpadu yang bisa menghimpun data penduduk secara lengkap dari seluruh Indonesia.

Adapun dampak yang terjadi sebelum adanya e-KTP, banyak oknum masyarakat yang berbuat curang terhadap negara dengan nekat menggandakan KTP-nya. Dalam beberapa kasus, kecurangan tersebut dilakukan untuk hal-hal yang melanggar hukum, seperti untuk mengindari pajak, mengamankan korupsi, sampai menyembunyikan identitas bagi orang-orang yang terlibat jaringan terorisme.

READ  Bagaimana Sih Cara Cek Tagihan Listrik? Ini Langkah Mudahnya!

Yang jadi pertanyaan, kenapa sih KTP itu menjadi dokumen wajib bagi semua warga negara?

Jawabannya karena selain menjadi bukti identitas diri, KTP juga jadi syarat mutlak saat mau membuat sejumlah dokumen penting lainnya, seperti Surat Izin Mengemudi (SIM), Paspor, hingga rekening di berbagai lembaga keuangan.

Berikut saya beberkan cara membuat KTP, beserta syarat lengkapnya:

Syarat bikin KTP baru

– Wajib berusia 17 tahun.

– Surat pengantar dari RT dan RW.

– Fotokopi Kartu Keluarga.

– Surat Keterangan Pindah dari kota asal, apabila kamu bukan warga asli setempat.

– Surat Keterangan Pindah dari luar negeri yang diterbitkan oleh instansi pelaksana bagi WNI yang datang dari luar negeri karena pindah.

READ  Mau Tau Contoh Surat Pengalaman Kerja yang Benar? Simak Ulasannya di Bawah ini!

Cara membuat KTP baru

– Jika semua syarat sudah lengkap, kunjungi Kantor Kelurahan setempat.

Cara membuat KTP di sana adalah dengan mengambil nomor antrian, lalu tunggu panggilan dari petugas.

– Serahkanlah semua dokumen yang diperlukan kepada petugas, dalam hal ini kamu hanya perlu menunjukkan yang aslinya.

– Petugas bakal meng-input data, mengambil foto, dan sidik jari.

– Buat tanda tangan pada alat perekam yang tersedia. Pastikan tanda tangan kamu tidak berubah, sehingga tidak menyulitkan kamu saat akan membuat Paspor, SIM, dan dokumen-dokumen lainnya.

Cara membuat KTP yang berikutnya adalah pindai retina pada alat yang tersedia.

– Petugas bakal memberikan surat pengantar untuk mengambil KTP. Surat ini bisa jadi KTP sementara.

– Tunggu proses pencetakan KTP sekitar 2 minggu. Jika sudah selesai, kamu akan diberi tahu waktu pengambilannya.

Lalu, bagaimana kalo tiba-tiba KTP hilang ataupun rusak?

Secara keseluruhan, syarat dan prosedur bikin KTP hilang atau rusak tentu bakal berbeda dengan cara membuat KTP yang baru. Jika KTP kamu hilang, siapkanlah sejumlah dokumen, seperti Surat Kehilangan dari Polisi, Surat Pengantar dari Kelurahan, dan Formulir permohonan e-KTP baru dari Kelurahan. Sedangkan jika KTP kamu rusak dan mau diganti, kamu tak perlu melampirkan Surat Kehilangan dari Polisi. Dalam hal ini, kamu cukup membawa KTP yang rusak ke Kelurahan.

READ  Kisah Inspiratif tentang Ayah yang Rela Berjuang Buat Anaknya, Salut Banget!

Meski demikian, pemilik KTP yang hilang atau rusak tetap harus membawa sejumlah dokumen saat mengurusnya, antara lain: Pas Foto ukuran 3×4 dua lembar untuk Kelurahan (latar belakang merah untuk kelahiran tahun ganjil dan biru untuk kelahiran tahun genap), Pas Foto ukuran 4×6 dua lembar untuk Kecamatan (latar belakang warna merah untuk kelahiran tahun ganjil dan biru untuk kelahiran tahun genap), Fotokopi KK, Fotokopi e-KTP yang hilang jika ada, dan Surat Pengantar dari RT/RW.

You May Also Like

About the Author: Rizki Antoni